Wednesday, August 10, 2016

TAK TERULANG LAGI

TAK TERULANG LAGI
Oleh: Andy Frans Samuel Nadapdap
Setiap manusia pasti sudah melewati dan memiliki masa kanak-kanak. Nah, pasti setelah kita tumbuh menjadi remaja maupun dewasa, kita akan merindukan masa anak-anak itu. Masa kanak-kanak adalah masa dimana kita hanya merasakan hal yang paling sulit yaitu tugas matematika ataupun pelajaran bahasa Inggris. Jika waktu bisa diulang kembali, ingin rasanya kembali ke masa kanak- kanak. Masa yang penuh dengan keceriaan, kenakalan serta kekonyolan. Hal tersebut sangat jarang dirasakan di masa remaja maupun dewasa, karena mungkin sudah direpotkan dengan kepentingan lainnya, baik di sekolah, keluarga, maupun tempat kerja.
Seperti yang saya rasakan saat ini, ketika otak dan pikiran sudah mulai di dipenuhi dengan tugas kuliah, dan masalah hidup lainnya, terkadang disitulah saya merasa sangat merindukan masa kanak-kanak. Namun, saya sangat bersyukur saat ini saya bisa mendapatkan banyak pengalaman di tempat KKN, tepatnya di Desa Longkek Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan, sebagai wujud dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Hal baru serta suasana baru banyak saya dapatkan, baik dari kehidupan sosial masyarakat, budaya, maupun adat istiadat di desa Longkek. Pengalaman yang tidak kalah menyenangkan lainnya yaitu ketika melihat anak-anak yang begitu semangat belajar, baik pelajaran umum maupun pelajaran agama. Disamping semangat belajar yang sangat luar biasa, keakraban serta kerukunan dalam pertemanan juga sangat luar biasa, sampai membuat saya iri ingin mengulang masa kanak-kanak lagi.
Salah satu tugas pengabdian yaitu ketika penugasan mengajar di MI setempat, dimana saya ditempatkan untuk KKN. Terlihat semangat anak kecil untuk belajar, dan terlihat juga rasa senang mereka, tatkala saya dan teman- teman membantu membimbing mereka untuk belajar. Ketika mendengar bel istirahat  berbunyi para siswa dan siswi berlarian keluar kelas, untuk berenang di sungai yang tidak jauh dari sekolah. Mereka membuka seragam mereka dan mulai mandi di sungai tersebut. Melihat hal tersebut membuat saya merasa ingin kembali lagi ke masa kecil, ingin seperti mereka, ingin berenang, tertawa, loncat dengan gaya aneh dan membuat saya tertawa riang .

Kehidupan desa yang seperti ini membuatku bahagia, dimana anak- anak kecil di desa berbeda 180 derajat dari anak- anak kota, yang mana kebanyakan anak- anak kota memilih memainkan gadget mereka ketimbang bersosialisasi dengan teman sepermainannya dan memainkan permainan tradisional. Meski zaman sudah berubah, kenangan dimasa kecil tak pernah saya lupakan. Melekat dalam ingatan sepanjang waktu.

0 comments:

Post a Comment