Wednesday, August 10, 2016

Semangatmu Juga Semangatku

Semangatmu Juga Semangatku
Oleh: Awalia Fitriani

PAUD Syaichona Hasani terletak di Dusun Barat Sumber Desa Longkek Kecamatan Galis. Di PAUD Syaichona terdapat 18 murid. Perjalanan dari Basecamp menuju ke PAUD Syaichona Hasani sekitar -+ 10 menit dengan medan jalan yang lumayan terjal, karena dusun tersebut berada di atas bukit yang berbatu.
Semangat anak-anak bersekolah sangatlah tinggi. Senyum yang ceria selalu hadir dalam diri mereka. Wajah yang polos, lugu dan jiwa yang bersih terlihat pada diri mereka. Semangat mereka dalam belajar, sangat menginspirasiku untuk lebih semangat lagi dalam mengajar dan lebih bangga menjadi guru PAUD.
Pendidikan bagi anak usia dini adalah pemberian upaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh dan pemberian kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan anak. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakkan dasar kearah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan, daya cipta, kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual.
Menjadi seorang guru adalah pekerjaan yang mulia. Selain itu untuk menjadi seorang guru biasanya memiliki hasrat yang kuat untuk berbagi ilmu pengetahuan yang telah dipelajari ke orang lain. Tidaklah gampang menjadi guru terlebih untuk tingkat anak-anak usia dini. Membutuhkan kesabaran serta ketelatenan supaya tujuan dari pengajaran dapat terwujud dengan baik.
Mengajar di PAUD Syaichona Hasani merupakan sebuah pengalaman yang tidak akan aku lupakan selama  kuliah di Universitas Trunojo Madura, dan karena adanya KKN (Kuliah Kerja Nyata) aku bisa mengenal desa Longkek, khusunya untuk mengajar di Dusun Barat Sumber Longkek Galis.
Sarana dan prasarana di PAUD Syaichona Hasani sangat terbatas, dengan satu ruangan kelas dan terdapat pendidik satu. Area bermain  seperti, ayunan, jungkat-jungkit tidak tersedia di PAUD Syaichona Hasani. Di sana anak- anak bermain di halaman sekolah yang beralaskan tanah yang kering, dan sebagian anak-anak mereka tidak memakai sepatu maupun sandal, hanya bertelanjang kaki berangkat ke sekolah. Keadaan seperti itu tidak menjadi penghambat mereka untuk berangkat ke sekolah.

Pada saat pembelajaran berlangsung mereka sangat berantusias mengikuti setiap kegiatan, seperti pada saat mereka diajak mewarnai gambar ikan, menempel kapas di gambar domba (kolase), mereka sangat senang yang biasanya hanya menggunakan media papan tulis saja dalam belajar.

Menjadi guru yang disukai anak-anak memang membutuhkan waktu dan proses. Banyaklah belajar dari pengalaman serta selalu mengevaluasi diri, tak ada hal yang sia-sia lantaran setiap kebaikan pasti akan memperoleh balasan entah itu besar maupun kecil.

0 comments:

Post a Comment