Wednesday, August 10, 2016

Mereka Unik

Mereka Unik
Oleh: Ani Marlia
            Males banget ketika ada ajakan untuk kelompokan KKN, secara aku yang tidak pernah pulang lewat dari jam sembilan kecuali klompokan ospek dulu. Berat hati kaki menggayuh sepada menuju tempat yang sudah disepakati teman-teman untuk kerja kelompok, pertama yang kurasakan saat bertemu mereka, merasa asing, tidak sepemahaman, dan masih banyak lagi yang lain.
            Seiring berjalannya waktu, ternyata mereka kocak juga, jika sudah saling mengenal lebih dekat. Mulai dari kebiasaan, karakter, apa yang disukai dan tidak sukai kita semuanya mengetahuinya. Gimana nggak tahu antara satu sama lain, selama 26 hari hidup dalam satu atap. Di tempat KKN teman-teman memnaggilku bunda. Entahlah, aku sendiri tidak mengerti mereka semua memanggil bunda. Tak apalah yang penting bukan panggilan nyang jelek. Oke, sekarang aku perkenalkan teman-teman yang unik ini.


 Windi dan Mida, dua orang anak ini yang akrab denganku, sejak sebelum pemberangkatan KKN. Bisa dikatakan mereka sepemahaman denganku meski kadang ada yang tidak sama, jajan dan jalan bareng pokoknya kalo butuh apa-apa kita saling bergantian. Kalian luar biasa.
Nina dan Pipit, kebetulan kita satu fakultas dan jurusan PGPAUD. Apalagi Nina teman sekelas, kalo makan suka minta lauk banyak hehehe, mereka ini suka kuliner di luar menghabiskan uang, kalo urusan makan mereka selalu kompak. Kemanapun langsung jalan.
Ini dia grup kece, Amel, Iis, Fitri, Nurul, dan Ria. Kalo berkumpul sama mereka pokoknya rame banget, apalagi Amel gayanya yang genit ketika menyapaku dan heboh kalo bicara. Iis yang suka nggak bisa diam cerewetnya kalo teman-teman masih santai-santai tidak segera bergegas mandi untuk berangkat ngajar. Tak apalah cerewet, selama tujuannya baik, god job bu sekdes. Lucu lagi Fitri, semua orang dia panggil ‘gendut’ tak peduli orangnya gendut apa tidak, pokoknya semua gendut. Jadinya beberapa anak meniru panggil gendut semua, gue suka gaya loe Fit, mungkin itu yang akan aku ingat dari Fitri nanti. Nurul anaknya kecil dan suka telponan, upss. Dia yang paling sering dijenguk keluarganya di tempat KKN, jadi ngiri. Terakhir Ria, gadis dari kota Sampang ini, tidak begitu suka dengan sayur, kebalikannya denganku suka banget sama sayur.
Tak kala kecenya tetangga kamar, Dwiky, Puti, Niken, dan Ria Manda. Yah, mereka berempat satu kamar. Dwiky partner masak, cekatan banget kalo urusan di dapur, selama memasak sepertinya Dwiky terus yang suka nyuci piring dan peralatan masak, hehehe. Bukan berarti aku hanya diam saja ya, disini kita bagi tugas lebih tepatnya. Puti dan Niken kemana-mana selalu bersama, piket masak, jalan-jalan, dan bahkan sampai mandi pun mereka saling menunggu. Pertahankannya kedekatan kalian semoga langgeng. Ria Manda begitu teman-teman memanggilnya untuk membedakan, sebab  ada dua nama Ria di kelompok KKNku.
Geng Mas Bro, enam cowok yang suka bikin kesel teman-teman cewek. Kecuali Tony yang paling rajin diantara mereka berenam. Andy si kribo, dia cerita kalo suka ketukar bedain antara tempe dan tahu, lucukan tempe sama tahu aja nggak bisa ngebedain. Mungkin rambutmu yang akan selalu mengingatkanku dan teman yang lain. Aang yang suka pilih-pilih soal makanan atau dalam bahasa Jawa anyi-anyi. Cerewet deh kalo urasan makan nggak suka ini, nggak suka itu, ribet banget. Semoga temanku yang satu ini dapat istri yang sabar kelak. Aamin. Ainol sang juru foto, untungnya dia punya kamera DSLR jadinya bisa jepret-jepret. Dia juga partner memasakku juga lho, tapi suka ngilang-ngilang kalo masak, nggak sepenuhnya di dapur. Inilah si Toni yang paling rajin kalo giliran piketnya, selalu berangkat jika diminta tolong beli air galon. Pokoknya jarang nolak kalo dimintai bantuan. Arik si kordes, jarang makan di tempat KKN. Entahlah dia makan dimana, yang penting aku dan teman-teman kenyang. Danu si kurus tinggi ini, kalo diminta untuk jemput teman-teman selalu siap. Lucu juga sih, untuk masalah komputer dan sejenisnya dia jagonya.
Teman-teman kocak, banyak cerita bersama kalian. Waktu yang singkat ini tidak akan kulupakan, gelak tawa dan sampai saling sungut di meja rapat. Bakalan jadi pengingat setelah kita pisah nanti, suskses  buat kalian semua. Bukan suatu kebetulan bertemu kalian.



0 comments:

Post a Comment