Wednesday, August 10, 2016

Kami Tidak Ingin Gaptek, Pak

Kami Tidak Ingin Gaptek, Pak
Oleh: Miftahul Arifin
Kami tidak pernah diajari tentang komputer, kak”
            Kalimat itu lah yang pertama terucap ketika ku tanya tentang komputer. Begitu polosnya mereka menjawab pertanyaanku. Ku berkata dalam hati, apa yang di perbuat guru mereka sehingga tidak pernah mengajari mereka tentang komputer di tengah zaman modernisasi seperti sekarang ini, entahlah.
Hari itu adalah hari pertama aku mengajar anak-anak di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Desa Longkek Kecamatan Galis tepatnya  di kelas 4. Aku berangkat dari tempatku KKN sebenarnya tidak berniat untuk mengajar, namun karena aku sebagai kordinator desa yang tugasnya untuk mengontrol kegiatan yang dilakukan oleh anggota kelompokku. Satu-persatu kelas ku perhatikan, tidak begitu banyak anak-anak yang ada di setiap kelas di MI tersebut. Serasa asing mereka di pikiranku, karena selama ini sekolah-sekolah yang ku lihat mempunyai bangunan bagus, fasilitas lengkap, seragam dan atribut sekolah yang lengkap, siswa yang banyak, serta guru yang profesional, sangat berbeda sekali dengan sekolah ini yang sangat serba kekurangan, baik dari sarana maupun prasarana,
Melihat anak-anak yang sangat polos menggugah hatiku untuk ikut mengajar di MI tersebut, meskipun tanpa bersiapan yang matang, ku coba mengajari mereka tentang pelajaran TIK dasar, pertama ku berikan pertanyaan untuk memancing semangat mereka, namun mereka hanya terdiam, entah apa yang mereka pikirkan. Karena di ruang guru ada sebuah komputer, ku ambilkan beberapa komponen komputer untuk dijadikan sebagai mediaku dalam mengajari mereka. Ku tunjukkan kepada mereka komponen komputer yang kubawa, namun tetep saja mereka terdiam tanpa ada pertanyaan benda apa yang ada di tanganku.
“apakah ada yang tahu nama benda ini ?” tanyaku kepada mereka (dengan menunjukkan sebuah keyboard)
“tidak tahu, kak” jawab mereka serempak
“oke, apakah ada yang pernah melihat benda ini sebelumnya ?” tanyaku lagi
“pernah kak” jawab seorang siswa
“dimana dik ?” ku bertanya lagi
“di ruang guru, kak” jawab siswa tadi
Jawaban itu lah yang membuatku merasa heran, dengan kemajuan zaman seperti sekarang ini dimana pengetahuan tentang komputer sangat diperlukan tetapi siswa-siswi di MI tersebut masih jauh sekali dari kata mahir. Hal ini berbeda sekali dengan dengan anak-anak kota usia sekolah dasar yang sudah bisa dibilang mahir dalam menggunakan komputer. Hal ini sangat diperlukan dalam membentukan bakat anak-anak usia sekolah dasar dalam menghadapi zaman dimana teknologi yang akan semakin canggih.

Sebagai seorang guru yang kewajibannya mengajari siswa-siswinya, bekal yang paling utama adalah kompetensi, dimana sorang guru tersebut harus serba tahu dan siap menjawab segala kebutuhan siswa dalam belajar. Itupun yang harus aku persiapkan mulai dari sekarang sebagai calon pendidik, dimana ku harus bisa mengajari muridku dalam segala hal.

0 comments:

Post a Comment