Saturday, June 11, 2016

Usulan Program KKN Kelompok 65

I.                   JUDUL

Improvisasi potensi Desa Longkek kecamatan Galis melalui Paguyuban kewirausahaan dalam rangka meningkatkan stabilitas perekonomian masyarakat


II.                PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Pengabdian merupakan suatu wujud kristalisasi dan integralisasi dari ilmu yang tertuang secara teoritis di bangku kuliah untuk diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dan dikembangkan dalam kehidupan masyarakat luas.
KKN bagi mahasiswa diharapkan dapat menjadi suatu pengalaman belajar yang baru untuk menambah pengetahuan, kemampuan, dan kesadaran  hidup bermasyarakat. Bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan motivasi dan inovasi dalam bidang sosial kemasyarakatan.
Wilayah Kabupaten Bangkalan yang terletak di pesisir pantai di antaranya kecamatan Sepulu, Bangkalan, Socah, Kamal, Modung, Kwanyar, Arosbaya, Klampis, Tanjung Bumi dan Labang. Sedangkan wilayah Bangkalan yang berbukit-bukit mulai dari Burneh, Geger, Kokop, Tragah, Tanah Merah, Labang, Konang dan Galis. Bangkalan merupakan salah satu kabupaten yang terletak paling barat di kepulauan Madura. Pulau Madura merupakan bagian dari Propinsi Jawa Timur yang terpisah dari kabupaten-kabupaten lain yang masuk dalam Propinsi Jawa Timur. Bangkalan sebagai bagian dari kota Surabaya Metropolitan Area (SMA) masuk kategori kota Ordo IIIa yang memiliki ketentuan sebagai wilayah yang dapat melayani penduduk dengan kapasitas sebesar 150.000–500.000 jiwa.
Kecamatan Galis, tepatnya Desa Longkek adalah tempat KKN kami. Desa Longkek adalah salah satu Desa yang memiliki beberapa Dusun di Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan yang diindikasikan oleh adanya kondidi perekonomian dan kualitas sumber daya manusia yang masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan adanya perumusan arahan pengembangan daerah tertinggal yang sesuai untuk karakterstik atau tipe daerah tertinggal Kabupaten Bangkalan.
Setelah melakukan survey lapang, dapat diketahui bahwa kondisi Desa Longkek Kecamatan Galis ini sangat memprihatinkan. Masyarakat disana rata- rata pengangguran dan mempunyai pekerjaan tidak tetap. Tingkat pendidikan pun sangat rendah karena rata- rata masyarakat di Desa Longkek hanya lulusan SD, SMP,dan SMA. Mereka pun setelah lulus rata- rata tidak bekerja.
Meskipun mayoritas penduduk disana bekerja sebagai petani, hasil tani mereka tidak mencukupi kebutuhannya. Ketika musim hujan para petani berbondong – bondong menanam jagung, padi, kacang hijau, cabe, dan kacang tanah. Sedangkan pada saat musim kemarau petani Desa Longkek sangat jarang  untuk mengolah pertanian mereka disebabkan lahannya gersang dan kering karena pengairannya tidak memadai. Hasil pertanian yang diperoleh 70% dijual kepasar sedangkan 30 % di simpan untuk persediaan selanjutnya. Oleh sebab itu, kami akan memberikan pandangan dan pelatihan tentang paguyuban kewirausahaan agar masyarakat Desa Longkek bisa megolah hasil pertanian mereka sehingga mempunyai nilai tambah dan pendapatan. Serta meningkatkan  perekonomian masyarakat Longkek.
Pengembangan usaha dengan adanya paguyuban kewirausahaan merupakan salah satu solusi riil guna menjawab berbagai permasalahan tersebut. Pengembangan hasil produk olahan hasil pertanian yang ada di Desa Longkek berbasis usaha dengan adanya home industri dapat menciptakan stabilitas perekonomian masyarakat, dan secara langsung akan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Selain itu, pengembangan produk olahan hasil pertanian berbasis usaha paguyuban kewirausahaan akan memberikan dampak berganda ( multiple effect ) bagi kesejahteraan masyarakat yang masih menganggur dan meningkatkan mutu perekonomian.
Dengan Permasalahan yang ada diatas maka tema KKN tematik yang kami angkat adalah “Improvisasi potensi Desa Longkek kecamatan Galis melalui Paguyuban kewirausahaan dalam rangka meningkatkan stabilitas perekonomian masyarakat”

III.             RUMUSAN MASALAH

1.  Bagaimana kondisi sektor pertanian di Desa Longkek kecamatan Galis?
2.  Bagaimana mengoptimalkan hasil pertanian berupa jagung di desa   longkek melalui paguyuban kewirausahaan?
3.  Bagaimana cara meningkatkan SDM masyarakat longkek melalui sosialisasi, penyuluhan dan pengajaran di bidang pertanian, pendidikan dan kesehatan?

IV.             KEGIATAN YANG AKAN DILAKSANAKAN

Dari permasalahan diatas, kami sebagai agent of change mempunyai serangkaian kegiatan yang akan kami sosialisasikan kepada masyarakat Desa Longkek Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan berikut:



A.  Program Utama : “Mengembangkan potensi hasil pertanian berupa jagung melalui paguyuban kewirausahaan”

Uraian kegiatan program utama yang menjadi salah satu program keberlanjutan untuk KKN Tematik semester genap 2015/2016 yaitu sebagai berikut:
1.      Nama dan lokasi Paguyuban Kewirausahaan
Paguyuban kewirausahaan adalah sekumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama, visi yang sama dan sama-sama ingin mewujudkan semua rencana yang telah di sepakati dalam paguyuban tersebut.
A.  Demo Pangan
Demo pangan merupakan salah satu kegitatan yang dilakukan dengan tujuan untuk mensosialisasikan pengolahan dan pengembangan dari hasil-hasil pertanian menjadi suatu produk yang memiliki nilai guna. Hal ini dilakukan karena kurangnya pengembangan hasil pertanian. Adapun rangkaian kegiatan dari demo pangan ini adalah:
a)      Penyuluhan tentang pengolahan hasil pertanian (jagung)
Kegiatan ini selain melakukan penyuluhan juga dilanjutkan dengan praktek oleh masyarakat setempat. Dengan tujuan  memberikan penyuluhan pengolahan hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai tukar. Penyuluhan tersebut berisikan tentang:
*   Pembuatan produk dari jagung (tepung dari biji jagung)
Mengingat salah satu hasil pertanian di desa Longkek yang cukup melimpah adalah jagung dan cabe , maka biji jagung dan cabe hasil pertanian diolah menjadi produk yang bernilai tukar salah satunya yaitu mengolah jagung menjadi tepung jagung pedas.
Bahan
1 kg jagung
¼ kg cabe merah
Cara membuat
Mengeringkan terlebih dahulu jagung tua dan cabe merahnya
Memisahkan biji jagung dari batangnya
Memisahkan biji dari cabe merah
Menghaluskan biji jagung dan cabe
Mengayak jagung dan cabe yang telah dihaluskan
Tepung jagung pedas siap dikemas dan dipasarkan
*   Pembuatan kerupuk jagung pedas
Bahan :
tepung jagung pedas 2 kg
 minyak goreng 1 liter
larutan bumbu ( garam halus 10 gr, bawang putih 10 gr, air 100 ml)
Cara membuat
Memasukkan tepung jagung pedas ke dalam baskom dicampur dengan bumbu yang sudah tersedia
Dituangkan air hangat untuk menghaluskan adonan
Di aduk hingga merata dan lembut
Adonan kemudian dikukus
Dipotong potong tipis
Dikeringkan hingga kering
Baru kemudian digoreng
Dan siap di kemas dan dipasarkan

b)      Pengemasan
Kemasan diartikan sebagai suatu kegiatan menyusun dan memproduksi wadah atau bungkus kemasan dari suatu produk. Kemasan tersebut meliputi tiga hal, antara lain merek/brand, dan label. Kemasan yang bagus digunakan adalah kemasan/packing memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan. Kemasan dapat melindungi produk dalam proses distribusi baik dari produsen ke konsumen, maupun produsen ke grosir-grosir makanan. Produk-produk yang dikemas akan lebih terjaga kebersihannya, menarik dan tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh cuaca, selain itu kemasan sangat mendukung proses pemasaran. Karena melalui kemasan ini memudahkan identifikasi produk.

c)      Pemasaran
Setelah produk matang maka langkah selanjutnya yaitu proses pemasaran, teknik pemasaran produk yang digunakan kelompok 65 merupakan marketing mix yakni pemasaran 4P yaitu Product, Price, Place, Promotion. Setelah produk sudah jadi maka hal yang dilakukan selanjutnya yaitu menghitung harga penjualan yang tepat, sehingga produsen tidak sampai mengalami kerugian dan harga sesuai dengan tingkat ekonomi target pasar yang dituju.  Distribusi yang kami lakukan yaitu dengan menjual produk kami  di pasar Longkek dengan outlet, dititipkan sekitar jalan Suramadu, toko-toko dan tempat makanan khas, selain itu juga memanfaatkan pemasaran secara online melalui grup di berbagai media sosial melalui media baru/internet baik melalui blog, twitter, BBM, Whats’ap, Instagram dll. Sehingga produk tersebut lebih mudah dikenal dimasyarakat luas umumnya masyarakat diluar Madura. Promosi yang lakukan dengan melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga memperkenalkan produk dan demonstrasi produk. Selain itu kita memberikan promosi berupa bonus disetiap pembelian produk kami.

B.     Tujuan kegiatan Demo Pangan
Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah memberikan wawasan  kepada masyarakat khususnya kelompok tani desa setempat tentang bagaimana langkah-langkah meningkatkan hasil pertanian dan mengenai pengolahan hasil pertanian yang tidak hanya dijual sebagai produk mentah saja melainkan dapat juga dijadikan produk makanan yang unik dan bergizi.


a)    Sasaran
Peserta kegitan ini adalah kelompok tani dan masyarakat di desa Longkek.
b)   Metode
Metode yang digunakan adalah penyuluhan kepada para kelompok tani serta masyarakat setempat, dan diaplikatifkan  di daerah sekitar Longkek.
c)    Media
Media yang digunakan dalam kegiatan beranekaragam. Untuk pembuatan tepung jagung pedas dan krupuk jagung pedas membutuhkan peralatan dapur, plastik dan lainnya.
d)   Penanggung jawab Dwiki Septya W

B.  Program Pendukung

1.        Silaturrahmi kepada masyarakat desa serta para tokoh masyarakat Desa Longkek ( Temu Warga)
Temu warga merupakan salah satu program awal peserta KKN kelompok 65.
a.    Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah sosialisasi program serta  menjalin silaturrohmi antara peserta KKN dengan warga Desa Longkek. Dengan adanya acara temu warga ini diharapkan saling kenal antara peserta KKN dengan warga Desa Longkek dan juga  warga Desa Longkeks turut berperan aktif terhadap semua program yang yang akan dilaksanakan peserta KKN selama KKN berlangsung.
b.    Sasaran dari kegiatan ini adalah kepala desa, aparatur desa dan semua warga masyarakat Desa Longkek.
c.    Metode yang digunakan dalam kegiatan temu warga ini adalah metode musyawarah, Forum Group Discussion (FGD).
d.   Media yang dapat digunakan adalah microphone, sound system, dan peralatan pendukung lainnya
e.    Penanggung jawab dalam acara ini adalah Miftahul Arifin.
2.        Sosialisasi Penyuluhan Teknologi dan Pertanian
Sosialisasi penyuluhan pertanian merupakan cara untuk memberikan pengarahan kepada seseorang untuk mengubah perilaku pertanian. Penyuluhan dilakukan dengan cara pemanfaaatan limbah plastic deterjen (polybag). Dalam penyuluhan pertanian ini, juga akan mensosialisasikan bagaimana memecahkan permasalahan perekonomian yang ada di Desa Longkek. Selain itu juga memanfaatkan limbah botol menjadi lampu.
a.    Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memanfaatkan limbah bungkus deterjen yang sudah tidak dipakai untuk dijadikan polybag. Hal ini juga bermanfaat bagi masyarakat Desa Longkek dalam memanfaatkan barang tak pakai menjadi barang guna. Sedangkan penyuluhan pertanian dapat memecahkan permasalah pertanian yang ada di Desa Longkek. Sedangkan limbah botol juga mengurangi pencemaran tanah.

b.     Sasaran :
Ibu- ibu rumah tangga : Poly Bag
Warga : Penyuluhan Pertanian
Remaja Desa Longkek : Limbah

c.    Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode aplikatif dan diskusi
d.   Media yang dapat digunakan adalah sound system dan alat peraga  atau alat pendukung.
e.    Penanggung jawab dalam acara ini adalah Kamalia azizah

3.        Pendidikan : Pengajaran IT, Bahasa Inggris, dan IPA yang menarik, Pelatihan Membaca dan Menulis Buta Aksara, serta Bimbingan Belajar.

a.    Kegiatan ini dilakukan agar anak – anak bisa memahami IT dan Bahasa Inggris sejak dini serta bisa memahami pelajaran IPA dengan mudah dan menyenangkan. Bimbingan belajar disini bertujuan membantu anak- anak lebih memahami materi di sekolah dengan belajar diluar jam sekolah. Sedangkan Buta aksara bertujuan agar kehidupan manusia baik secara individu maupun kelompok dapat menuju kearah yang lebih baik. Masalah buta huruf atau buta aksara sangat terkait dengan kemiskinan, keterbelakangan, dan ketidakberdayaan masyarakat. Atas dasar tersebut kami mengupayakan untuk memberantas buta aksara dengan melakukan pengajaran kepada warga sekitar desa Longkek.
b.    Sasaran kegiatan ini adalah anak SD,sedangkan pemberantasan buta aksara adalah warga masyarakat desa Longkek yang memiliki kekurangan dan ketidakmampuan dalam membaca dan menulis, yang kemudian sasaran kegiatan ini dikhususkan pada ibu-ibu.
c.    Metode yang digunakan untuk pembelajran SD adalah konesep “Mini London School” dimana anak- anak belajar sambil bermain. Sedangkan untuk pemberantasan Buta aksara adalah pengembangan masyarakat (community development) sebagai salah satu pendekatan model pendekatan pembangunan (bottoming up approach) merupakan upaya melibatkan peran aktif masyarakat.
d.   Media yang digunakanuntuk pembelajran SD adalah laptop dan peraga pendukung lainnya. Sedangkan pada pemberantasan buta aksara adalah tergantung materi yang diberikan, namun lebih mengutamakan pada media resep masakan.
e.    Penanggung jawab acara ini adalah Iis Ariska

4.        Kesehatan : Posyandu dan Mengajarkan kebersihan sejak dini

Kesehatan adalah hal yang sangat penting bagi masyarakat. Pada program kerja kami ini, kami fokus pada pendidikan anak- anak karena itu sangat penting untuk perkembangan anak sebagai generasi bangsa.
a.    Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk mencegah penyakit yang pada balita serta menyadarkan ibu—ibu akan pentingnya Posyandu dan untuk menyadarkan anak- anak akan pentingnya kesehatan sejak dini.
b.    Sasaran kegiatan ini adalah balita dan ibu- ibunya serta anak TK
c.    Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode aplikatif, dan metode yang bervariasi lainnya.
d.   Banyak media yang digunakan sikat gigi, sabun, dan pasta gigi
e.    Penanggung jawab : Siti Qomaria

5.         Kesenian
Kesenian dan budaya adalah sesuatu yang sangat dekat dengan masyarakat. Seni dan budaya merupakan identitas suatu daerah.
a.       Tujuan diadakan program ini adalah untuk melestarikan seni dan budaya lokal.
b.      Sasaran kegiatan ini adalah anak- anak Desa Longkek
c.       Metode yang digunakan adalah aplikatif dan metode menarik lainnya.
d.      Media yang digunakan sound system dan alat peraga lainnya
e.       Penanggung jawab kegiatan ini adalah Nurul hasanah.

6.         Saran dan Prasarana
Saran dan prasarana sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat Desa Longkek. Kami disini fokus pada perbaikan papan- papan desa serta gotong royong memperbaiki sarana prasarana dengan membersihkan lingkungan sekitar.
a.       Tujuan kegitan ini adalah memperbaiki sarana dan prasaran desa dan menyadarkan akan pentingnya gotong royong di masyarakat
b.      Sasaran kegiatan ini dalah seluruh warga Desa Longkek.
c.       Metode yang digunakan metode pendekatan bermasyarakat.
d.      Media yang digunakan cat, kayu, gergaji,dan alat media pendukung lainnya.
e.       Penanggung jawab kegiatan ini adalah Fathoni.

7.             Malam Inagurasi
Malam inagurasi merupan program penutup Kuliah Kerja Nyata dari Kelompok 65. Kami akan mengundang perwakilan Tokoh masyarakat juga dalam acara ini. Acara ini akan menjadi sarana kami untuk memberikan kesan yang terbaik sebagai ucapan terimakasih kepada Desa Longkek yang telah menjadi tempat sekaligus menjadi pendukung semua program Kuliah Kerja Nyata Kelompok 65.
a.    Tujuan diadakan program ini adalah untuk menghibur masyarakat Desa Longkek, serta untuk mengakrabkan sekaligus untuk berpamitan kepada masyarakat Desa Longkek.
b.    Sasaran kegiatan ini adalah semua warga masyarakat Desa Longkek.
c.    Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pendekatan berwawasan masyarakat.
d.   Penanggung Jawab kegiatan ini adalah Andi Frans Samuel







VI. ORGANISASI PELAKSANA

No
Nama Kegiatan
Penanggung Jawab
Pelaksana
1
Demo Pangan (Program Utama)
Dwiki Septya W


a.   Penyuluhan


Miftahul Arifin, Iis Ariska, Kamilia Azizah, Siti Qomaria


b. Pembuatan Produk


Niken Fitri P, Nina Indriyana Lahay, Ani Marlia, Awalia Fitriani, Fitriyatul Hasanah,Juriyah

c. pengemasan


Danu Kusumo, Andi Frans Samuel, Musyafaatul Fahmida, Achmad Fathoni
d. pemasaran


Puti puspita dewi,Windi noveti,Nurul hasanah, Ainol Rahman, Aang Firmansyah F

2
Temu Warga
Miftahul Arifin
Semua anggota
3
Sosialisasi penyuluhan teknologi dan pertanian
Kamalia Azizah
Nina Indriyana Lahay, Andi Frans Samuel, Ainol Rahman
4

Pendidikan : Pengajaran IT, Bahasa Inggris, dan Ipa yang menarik,Pelatihan membaca dan
menulis ibu-ibu buta aksara,serta Bimbingan Belajar
Iis Ariska
Awalia fitriani,Danu kusumo,Niken fitri p.p,Ani marlia
5
Kesehatan: Posyandu dan Mengajarkan kebersihan sejak dini
Siti Qomaria
Musyafaatul Fahmida, Windi Noveti,Nurul Hasanah
6
Kesenian
Nurul Hasanah
Iis Ariska, Kamilia Azizah, Aang Firmansyah
7
Sarana Prasarana
Ahmad Fathoni
Semua Anggota
8
Malam Inagurasi
Andi Fans Samuel
Semua Anggota




0 comments:

Post a Comment